Dalam proses melamar pekerjaan, banyak pelamar yang secara naluriah menyertakan riwayat gaji mereka pada CV atau surat lamaran. Mereka mungkin berpikir bahwa informasi ini akan membantu calon pemberi kerja memahami pengalaman dan nilai pasar mereka. Namun, kenyataannya adalah kebiasaan ini dapat merugikan pelamar dalam beberapa cara signifikan.
Menyertakan riwayat gaji memberikan informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai pelamar hanya berdasarkan angka gaji sebelumnya, bukan berdasarkan kualifikasi, pengalaman, dan nilai yang mereka bisa bawa ke posisi baru. Ini dapat mengakibatkan penawaran gaji yang lebih rendah dari apa yang sebenarnya pantas didapatkan pelamar.
Selain itu, perusahaan mungkin menggunakan informasi ini untuk mendiskriminasi pelamar atau menegosiasikan gaji yang jauh di bawah pasar. Bahkan, di beberapa yurisdiksi, menanyakan riwayat gaji sudah dianggap tidak etis atau bahkan ilegal karena dapat memperkuat kesenjangan gaji, terutama bagi kelompok yang secara historis dibayar lebih rendah.
Pendekatan yang lebih bijaksana adalah menghindari menyertakan informasi gaji sepenuhnya dalam semua tahap awal proses lamaran, termasuk CV, surat lamaran, dan formulir online, kecuali jika perusahaan secara eksplisit memintanya. Ini memberikan Anda kekuatan negosiasi yang lebih besar dan memastikan bahwa penilaian terhadap Anda didasarkan pada kualifikasi, bukan angka gaji dari pekerjaan sebelumnya.
Strategi Saat Diminta Menyertakan Riwayat Gaji:
Jika perusahaan meminta riwayat gaji dalam formulir lamaran, pertimbangkan untuk menulis "Tersedia upon request" atau "Negosiasi" atau "Sesuai dengan posisi dan kualifikasi". Menunggu hingga panggilan wawancara atau tahap penawaran resmi untuk membahas gaji akan memberi Anda posisi tawar yang lebih baik.
Saat Anda akhirnya harus membahas gaji, fokuslah pada nilai pasar untuk posisi tersebut, bukan gaji sebelumnya. Lakukan riset tentang kisaran gaji yang wajar untuk posisi yang Anda lamar berdasarkan lokasi, industri, dan tingkat pengalaman Anda. Sumber-sumber seperti survei gaji, situs web perbandingan gaji, dan jaringan profesional dapat membantu Anda mendapatkan gambaran yang akurat.
Dengan menghindari kesalahan umum menyertakan riwayat gaji dan mengikuti strategi negosiasi yang efektif, Anda akan berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk memastikan kompensasi yang adil dan pantas berdasarkan keahlian Anda, bukan angka-angka dari masa lalu.