CV adalah dokumen pertama yang dilihat oleh recruiter. Kata kerja yang dipilih dapat memberi kesan aksi, pencapaian, dan nilai tambah. Menggunakan kata kerja aktif, spesifik, dan berorientasi hasil membantu menonjolkan pengalaman kerja Anda serta membuat CV lebih mudah dipindai oleh ATS (Applicant Tracking System).
Setiap bullet point pada bagian pengalaman kerja sebaiknya dimulai dengan kata kerja aksi, diikuti dengan apa yang dikerjakan, bagaimana cara melakukannya, dan hasil yang dicapai. Contoh:
Marketing Specialist ABC Corp Jakarta | Jan 2020 Sekarang - **Boosted** brand awareness through targeted social media campaigns, achieving a **40 %** increase in follower growth. - **Created** and **managed** a quarterly newsletter that **generated** 1,200+ new subscriptions. - **Analyzed** market trends and **recommended** product adjustments, resulting in a **12 %** rise in sales. Software Engineer XYZ Tech Bandung | Jul 2017 Des 2019 - **Developed** a micro service architecture that **reduced** response time by **30 %**. - **Led** a team of 5 developers to deliver a mobile app on schedule, **receiving** a 4.8 star rating on the Play Store. - **Implemented** automated testing pipelines, **cutting** release cycle from 3 weeks to 1 week.
Kata kerja bahasa Inggris yang kuat dapat mengubah CV Anda dari sekadar daftar tugas menjadi sebuah narasi pencapaian yang menonjol. Pilih kata kerja yang aktif, spesifik, dan relevan dengan posisi yang Anda lamar, dan lengkapi dengan data kuantitatif untuk menambah kredibilitas. Dengan mengintegrasikan kata kerja yang tepat, CV Anda akan lebih mudah menarik perhatian recruiter dan meningkatkan peluang dipanggil untuk interview.